Update Prioritas: Peningkatan Sistem Penemuan dan Pengiriman

| 27-01-2015   17:31:45 WIB | count view (641)

6 Januari 2015 - Untuk tengah tahun pertama 2015 ini Harvard Library berfokus pada penyelesaian salah satu tujuan perpustakaan untuk memungkinkan akses pengetahuan dan data yang lebih aktif melalui penemuan intuitif via dua proyek, yaitu implementasi HOLLIS+ dan LibraryCloud.

HOLLIS+ saat ini digunakan secara penuh sebagai platform pencarian dan penemuan utama untuk berbagai sumberdaya yang ada di perpustakaan tersebut. Setelah peluncuran versi beta pada musim panas lalu, konten tambahan dari koleksi cetak dan digital kemudian diintegrasikan ke dalam platform tersebut selama musim gugur. Saat ini, para pengguna HOLLIS+ dapat menemukan buku, artikel, gambar, manuskrip, data, rekaman suara dan banyak lainnya dalam sebuah pencarian tunggal, menciptakan alternative ilmiah yang mencerminkan fungsi dari sebuah mesin pencari yang lazim digunakan.

Tim implementasi tidak hanya berfokus pada teknologinya, namun juga menjangkau seluruh komunitas Harvard melalui forum-forum yang ada, email dan web panduan untuk membagi informasi sambil meminta umpan balik para pengguna untuk menggabungkan keseluruhan proses.

“Saya pikir itu benar-benar merupakan sebuah studi kasus yang sempurna untuk implementasi sebuah produk baru di sebuah institusi yang sangat besar,” kata Sarah Thomas, wakil presiden untuk Harvard Library dan Roy E. Larsen Librarian for the Faculty of Arts and Sciences. “Hal itu dilaksanakan dengan sangat cepat. Kami membuat pilihan dan menandatangani kontrak pada bulan Februari dan berpikir mengimplementasikannya pada bulan Juli.”

Karena semakin banyak pengguna yang bergantung pada HOLLIS+, tim tersebut akan melanjutkan focus pada dukungan aktif dan peningkatan pengalaman pengguna serta memasukkan lebih banyak data dari berbagai sumber seperti LibGuides atau Harvard Geospatial Library di dalam hasil pencarian. Kesuksesan proyek ini bergantung pada kolaborasi yang sangat erat diantara Library Technology Services, anggota tim Harvard Library, and Ex Libris.

Pada bulan November lalu, LibraryCloud juga mulai dioperasikan secara penuh. Layanan ini mengumpulkan metadata dari seluruh system perpustakaan dan memungkinkan para pengguna untuk mengaksesnya melalui API. Metadata yang akurat dan comprehensive mewakili lebih dari 19 juta rekaman Aleph, VIA dan OASIS dan kaya dengan penggunaan inovatif baik apps, feed website, dan banyak lagi. Data-data yang ada dihubungkan melalui platform tersebut dan te-refresh secara otomatis, yang berarti bahwa data selalu ter-update.

“LibraryCloud mendukung kemampuan untuk menggunakan dan mengkombinasikan metadata dengan jenis informasi lainnya dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, yang membuatnya dapat diakses dan gratis ke seluruh dunia,” kata Tracey Robinson, managing director LTS. “Ini adalah cara lain Harvard Library dalam menyediakan akses terbuka untuk informasi-informasi yang bersifat ilmiah.”

Penyelenggaraan sebuah hackathon LibraryCloud berlangsung pada November tahun lalu yang mengamanatkan para peserta untuk berpikir lebih jauh tentang kegunaan-kegunaan yang mungkin; diantaranya, pencarian dari ponsel Android, masukan tentang repository yang digunakan ketika sedang melakukan pencarian kembali suatu topik tertentu, atau menciptakan suatu tombol fitur di situs Amazon atau penjual buku lainnya yang memberitahukan para pengguna kapan buku tersebut akan tersedia di perpustakaan Harvard.

Implementasi memerlukan kolaborasi antara Library Innovation Lab, LTS dan konsultan proyek. Meskipun tonggal utama telah terpenuhi, kelompok tersebut akan terus melanjutkan meng-upload data dan menyebarkan informasi-informasi terkait dengan proyek tersebut dan potensinya sambil mengelola dan melakukan berbagai perbaikan terhadap system. [zh]

Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email