Perahu Pustaka Pattingalloang, Si Penebar Ilmu di Pulau-pulau Sulsel

| 10-06-2015   15:00:59 WIB | count view (1083)

Makassar, Selama ini program berbagi buku hanya sering digelar di perkotaan dan belum dirasakan masyarakat yang tinggal di kepulauan. Di Sulawesi Selatan, kini hadir perahu pustaka yang menebar ilmu hingga ke pulau-pulau.

Selama ini, program filantropi berbagi buku di pulau-pulau masih asing di telinga. Terkhusus minimnya karya sastra yang berbau laut, padahal Indonesia adalah negara maritim.

Berangkat dari persoalan ini, kemudian memancing ide Nirwan Ahmad Arsuka, budayawan kelahiran Barru, Sulsel, bersama peneliti maritim asal Mandar, Ridwan Alimuddin dan Kamaruddin Aziz, mantan Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Univ. Hasanuddin untuk menggagas program berbagi buku di masyarakat kepulauan yang ada di sekitar kepulauan Spermonde, Makassar, serta pulau-pulau di kab. Pangkep, Sulawesi Selatan, sekaligus berupaya membangun kembali kebudayaan maritim di tanah air.

Ridwan yang ditemui detikcom di sekitar arena Makassar International Writers Festival, di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, menyebutkan bahwa Perahu Pustaka Pattingalloang merupakan perahu layar dengan bantuan mesin motor, dibuat khusus oleh pembuat perahu Mandar di Majene, Sulawesi Barat. Perahu ini berdimensi panjang 10 meter dan lebar tengah perahu 2,5 meter.

Setelah rampung, Perahu Pustaka ini kemudian berlayar dari Majene menuju Makassar dengan mengangkut 10 orang untuk meramaikan festival penulis internasional MIWF 2015. Perahu ini kemudian berlabuh di pantai depan benteng Fort Rotterdam.

Perahu layar jenis bago ini kemudian diberi nama perahu pusaka Pattingalloang, yang merupakan nama Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang, perdana menteri kerajaan Gowa-Tallo yang juga terkenal sangat menggemari ilmu pengetahuan di era 1600-an.

Ridwan menambahkan, saat ini sudah terkumpul sekitar 200 buku bertema umum, yang di antaranya merupakan sumbangan buku-buku sastra populer dari Maman Suherman, penulis novel dan pembawa acara yang ikut meramaikan MIWF 2015.

Rencananya hari ini, Perahu Pustaka Pattingalloang akan berlayar di sekitar kepulauan Spermonde untuk membagi-bagikan buku ke warga yang tinggal di pulau.

"Kami berharap kalau ada dermawan mau menyumbang buku, akan lebih baik bila buku bacaan anak yang disumbangkan agar tepat sasaran, yakni anak-anak usia sekolah yang tinggal di pulau-pulau, atau bisa mengirim dana sumbangan, nanti kami yang belikan bukunya," pungkas Ridwan.

Program Berbagi Pustaka ini sebelumnya digagas Ridwan Sururi, pada 2014 dengan menggunakan kuda, di sekitar kaki Gunung Slamet. Program ini dinamai kemudian Kuda Pustaka yang kini dijalankan oleh Ridwan Sururi yang menunggang seekor kuda membagi-bagikan buku ke masyarakat sekitar kaki gunung Slamet dan beberapa tempat lainnya.

 

Sumber : http://news.detik.com/

Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email